Selagi Qatar Airways mengajak terbang lebih jauh, marilah ikuti dengan gembira ajakan itu. Siapa takut? Mau diajak terbang sejauh apa pun dan setinggi apa pun, ayo sajalah. Mari bersiap keliling dunia bersama salah satu maskapai terbaik dunia itu.
Hanya saja berhubung sama-sama levelnya masih belum fakta, saya maunya memilih kawan perjalanan yang sekeren mungkin. Bukankah rumusannya, impian dan kehalauan wajib dibuat sakpole detile? Dengan sikap serius sewaktu merumuskannya, bukan tak mungkin justru bisa mewujud nyata.
Jadi, siapakah dia? Siapa kawan perjalanan keren yang saya pilih? Tak lain dan tak bukan, dialah Shayne Pattynama. Salah satu penggawa Timnas Garuda saat berkompetisi di Piala Asia 2023 yang diselenggarakan di Qatar.
Mengapa Shayne? Haruskah pilihan sebagai kawan perjalanan saya jatuhkan kepadanya? Harus, dong. Jelas-jelas dia keren. Tuhan telah menciptakannya sedemikian indah. Pesonanya eksklusif, tetapi memancar ke mana-mana.
Sama eksklusif dengan Qatar Airways yang menerima banyak penghargaan tiap tahunnya. Yang eksklusivitasnya itu kemudian memancar dalam bentuk pelayanan rute penerbangan ke pelbagai penjuru dunia.
Perlu diketahui, Qatar Airways memiliki rute penerbangan yang sangat banyak. Kurang lebih berjumlah 170 destinasi internasional yang tersebar di berbagai benua.
Mau terbang ke berbagai negara di Benua Amerika, bisa. Mau terbang ke berbagai negara di Eropa juga gampang. Rute ke Afrika pun ada. Demikian pula kalau mau ke berbagai negara di Asia termasuk Indonesia.
Lalu, saya minta ditemani Shayne ke mana saja? Pertama dan terutama, pastilah minta ditemani liburan keliling Qatar. Sebelum akhirnya kelilingan ke belahan bumi yang lain.
Nah. Tentu di Qatar saya mau mengajak Shayne berkunjung ke Museum Seni Islam. Saya penasaran dengan koleksinya yang beragam. Yang meliputi karya-karya seni dari abad ke-7 hingga ke-19.
Selanjutnya ke Pantai Katara yang terletak di tengah kota Doha. Selain ingin berekreasi di situ, saya pun ingin melukis siluet seorang Shayne Pattynama. Apakah saya biasa dan bisa melukis? Hmm. Tentu tidak kalau di dunia nyata.
Kota Tua Doha tentu tak bakal saya lewatkan. Terlebih kota tua ini kaya akan sejarah. Saya berminat betul untuk menjelajahinya bersama Shayne. Daripada sendirian lebih baik berdua ‘kan?
Saya juga mau mengajak Shayne ke Masjid Muhammad Ibn Abdul Wahhab. Yakni salah satu masjid besar di Qatar yang berarsitektur indah. Walaupun bukan muslim, Shayne pasti mau menemani. Sekalian dia bisa menuntaskan keingintahuannya mengenai arsitektur sebuah masjid.
Sebagai gongnya kami tentu berfoto ria di seantero sudut Stadion Ikonik. Yakni stadiun yang dibangun khusus untuk penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2022. Stadion tersebut sudah pasti megah. Arsitekturnya unik. Pemandangan yang ditawarkan pun sangat indah.
Ya Allah, Yang Maha Memahami. Saat ini juga rasanya saya sudah siap terbang
bersama Qatar Airways ke Doha. Sayang sekali mesti terbangun dari tidur. Yeah!?